Rabu, 01 April 2015

Terbelenggu Layunya Mimpi Klasik

"Ohh jadi kini kamu benar-benar akan pergi meninggalkanku sendiri? tapi kenapa harus secepat ini? kenapa???" Begitu banyak pertanyaan dalam otak Alam saat berusaha meyakinkan Mawar tentang kepergiannya yang tak habis pikir sangat mendadak.
Mawar tak banyak berkata apa-apa. Ia hanya tersenyum dan mendaratkan kecupan hangat di kening pria kesayangannya itu dan menarik koper kemudian berlalu memalingkan wajah dan badannya hingga masuk menuju pesawat yang sudah menunggunya.

***
Ratusan surat selama beberapa tahun telah Alam tulis untuk Mawar hanya untuk mengobati kerinduannya yang mendalam. Meskipun tak pernah terbalas oleh Mawar.
Hingga akhirnya terkejutlah ia saat menyadari sang Mawar kesayangannya itu kini tak dapat ia lihat mekarnya lagi, tak dapat ia cumbui harumnya lagi, hanya sakitnya duri yang menusuk hati perlahan.


***
Datangnya kembali Mawar di kehidupan Alam seharusnya membuatnya senang karena cerita yang telah usai beberapa tahun lalu kini dapat terajut kembali.
Namun tak hanya pikiran atau tentang kebahagiaan bersama wanita yang pernah ia cintai itu yang bisa membalikkan kesakitan mendalam menjadi kebahagiaan lagi.
Terlalu sakit jika harus dibayar hanya dengan kata 'bahagia'.
Karena kini menyadari Mawar yang dulu tak akan pernah sama dengan Mawar yang sekarang.
Mawar yang memang tak pernah kembali untuknya, meskipun seberapa kuat ia bertahan.
Ternyata mekar dan harumnya bukan untuk Alam tapi untuk pria yang dijodohkan oleh orangtuanya.

"Setidaknya aku (pernah) bertahan Mawar..."


Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
© MyDiary MyStory... | Powered by Blogger | Happy Day Template designed by BlogSpot Design - Ngetik Dot Com